avatarIhsan Rizky

Free AI web copilot to create summaries, insights and extended knowledge, download it at here

3952

Abstract

ium.com/v2/resize:fit:800/0*kKM13euzacTU2N6p"><figcaption>Photo by <a href="https://unsplash.com/@evan__bray?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Evan Dennis</a> on <a href="https://unsplash.com?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure><p id="211d">Dengan mengetahui alasan ini, kamu akan semakin bertambah semangat untuk membaca buku. Jika kamu pergi ke perpustakaan atau ke toko buku, ada banyak rak buku sesuai dengan <i>genre</i> nya masing-masing. Selama saya perhatikan, s<i>elf-improvement</i>, bisnis, dan psikologi merupakan rak yang tidak pernah sepi oleh pengunjung. Kamu tidak perlu pergi ke setiap rak untuk mencari buku kamu. Cukup kenali alasan kamu, supaya kamu tidak pergi ke rak yang salah. Misalkan, jika tujuan kamu membaca buku untuk menambah wawasan dan ilmu, kamu bisa membaca buku yang ber-<i>genre non-fiction</i>. Jika kamu suka buku yang memiliki cerita untuk menghibur, kamu bisa menemukannya di <i>genre fiction</i>. Ada banyak sekali <i>genre </i>buku yang bisa kamu pilih. Kamu bisa jelajahi untuk menemukan buku yang pas buat kamu. Pastikan kamu memilih <i>genre </i>favorit kamu ya!</p><h1 id="2d14">Kenali Kebutuhan Kamu</h1><figure id="e22c"><img src="https://cdn-images-1.readmedium.com/v2/resize:fit:800/0*RYd7Bnj__JdR182Z"><figcaption>Photo by <a href="https://unsplash.com/@raheemsphoto?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Enayet Raheem</a> on <a href="https://unsplash.com?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure><p id="a6ed">Kamu bisa memulai membaca buku yang menurut kamu mudah untuk dimengerti. Ada dua hal penting yang harus kamu perhatikan dalam memilih buku.</p><h2 id="d6a9">Kenali Bahasanya</h2><p id="7d4d">Saya menguasai dua bahasa: Indonesia dan <i>English</i>. Jadi, jika buku tersebut menggunakan bahasa selain kedua bahasa tersebut,<b> </b>saya menolak untuk membacanya. Bahasa yang digunakan dalam buku itu sangat penting. Jelas, kalau saya tidak bisa mengerti bahasanya, apa yang mau dibaca?</p><p id="b114">Dizaman sekarang, ada banyak buku internasional yang diterjemahkan kedalam bahasa lokal. Saya lebih baik membaca buku terjemahan, daripada membaca buku yang bahasanya tidak saya mengerti.</p><h2 id="6485">Kenali Materinya</h2><p id="5aa2">Ada banyak cara untuk mengetahui isi didalam buku tersebut. <b><i>Pertama</i></b>, kamu bisa membaca judul buku dan membaca sinopsisnya yang ada dibelakang <i>cover</i>-nya. <b><i>Kedua</i></b>, kamu bisa membaca <i>review </i>terlebih dahulu di internet. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui opini para reviewer mengenai buku yang kamu inginkan. <b><i>Ketiga</i></b>, kamu bisa membaca daftar isi didalam bukunya. Daftar isi menjelaskan setiap konten yang ada didalam bukunya.</p><h1 id="9102">Persiapkan Alat Tulis Kamu</h1><figure id="5988"><img src="https://cdn-images-1.readmedium.com/v2/resize:fit:800/0*KpNZlJMTOzz3Pv0F"><figcaption>Photo by <a href="https://unsplash.com/@candelarms?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">LumenSoft Technologies</a> on <a href="https://unsplash.com?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure><p id="168a">Alat tulis digunakan untuk menandai isi didalam buku tersebut. Buku yang penuh dengan tulisan pasti akan membuat kamu jenuh jika kamu hanya membacanya saja. Selain kamu akan mencorat-coret buku tersebut, kamu juga akan menandai beberapa halaman atau kalimat yang menurut kamu penting untuk dicatat. Berikut beberapa alat tulis yang perlu dipersiapkan sebelum membaca buku.</p><h2 id="9318">Stabilo</h2><p id="9a5c">Kamu butuh stabilo untuk meng-<i>highlight </i>atau menggaris bawahi beberapa kata atau kalimat yang menurut kamu sangat penting. Biasanya, kalimat yang ditandai itu berupa kalimat yang sangat penting untuk diingat, <i>quote</i> penyemangat, kata asing, kalimat petunjuk, atau kata dan kalimat lainnya yang tidak kamu mengerti. Setiap kata dan kalimat ini akan hil

Options

ang setelah kamu menutup bukunya. Itulah pentingnya stabilo. Jadi, saat kamu ingin membuka kembali bukunya, kamu bisa menemukannya dengan mudah.</p><h2 id="b378">Pensil atau Pulpen</h2><p id="a4ee">Setelah kamu menandainya, kamu bisa mencatat arti dari kata asing tersebut di margin. Jadi, kamu tidak perlu bolak-balik membuka buku kamus, atau mencarinya di <i>Google Translate</i> secara terus-menerus. Selain itu, <a href="https://www.inc.com/justin-bariso/bill-gates-follows-4-rules-to-get-most-from-reading-books.html">margin</a> juga berguna untuk menulis pertanyaan ataupun catatan mengenai bagian yang telah kamu baca. Jika kamu tidak ingin menuliskannya di buku, kamu bisa menuliskannya dan menempelkannya melalui sticky notes. Alternatif lain, kamu bisa menggunakan kertas atau notes dan menyelipkannya di halaman tersebut.</p><h2 id="7599">Sticky Notes Kecil</h2><p id="f0fd">Sticky Notes kecil digunakan untuk menandai beberapa halaman. Jadi, setelah kamu menempelkannya, kamu tidak akan sesulitan mencari lagi halaman tersebut. Cukup membukanya melalui stickynotes.</p><p id="6043">Jika kamu tidak menandainya, kamu akan kesulitan untuk mencari kembali bagian yang ingin kamu baca.</p><h1 id="dac3">Jadwalkan Waktu Hanya Untuk Membaca Buku</h1><figure id="eece"><img src="https://cdn-images-1.readmedium.com/v2/resize:fit:800/0*Y4jU-kRdZ4M2zGAv"><figcaption>Photo by <a href="https://unsplash.com/@stilclassics?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">STIL</a> on <a href="https://unsplash.com?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure><p id="bfce">Seorang pembaca buku yang serius biasa menggunakan waktu mereka, setidaknya sejam, untuk membaca buku. Untuk mengerti isi sebuah buku, kamu perlu berpikir keras. Kamu bisa menjadwalkan satu hari hanya untuk membaca buku jika diperlukan. Dengan begitu, kamu bisa menamatkan bukunya lebih cepat. Buatlah tantangan pada dirimu sendiri. Membaca buku lebih dari 20 halaman per hari!</p><h1 id="a763">Hanya Membaca Materi Yang Penting Saja</h1><figure id="3282"><img src="https://cdn-images-1.readmedium.com/v2/resize:fit:800/0*543_aNRFqp7QKaN-"><figcaption>Photo by <a href="https://unsplash.com/@jasminnb?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Jasmin Ne</a> on <a href="https://unsplash.com?utm_source=medium&amp;utm_medium=referral">Unsplash</a></figcaption></figure><p id="efde" type="7">We dont have to know everything about something in order to understand it; too many facts are often as much of an obstacle to understanding as too few. — Mortimer J. Adler</p><p id="5dda">Jika kamu berpikir bahwa sebuah buku harus dibaca dari awal sampai akhir, maka kamu salah besar. Yang perlu kamu lakukan, pertama, baca daftar isi, stabilo bagian yang ingin kamu baca, dan lalu baca bagian tersebut. Jika ada beberapa bab yang tidak ingin kamu baca, itu tidak masalah. Lewati saja!</p><p id="5c4e">Itu semua merupakan beberapa tips yang bisa saya berikan supaya kamu tidak merasa bosan saat membaca buku. Dimulai dari kenali kemampuan kamu, kebutuhan kamu, dan ketahui alasan kamu membaca buku. Hal ini berguna untuk mengarahkan dirimu mengenai tujuan yang ingin kamu capai setelah kamu membaca buku tersebut.</p><p id="8c40">Lalu, pastikan kamu membawa alat tulis untuk menandai beberapa bagian yang menurut kamu penting. Sita waktu, jika diperlukan, supaya kamu bisa berpikir lebih lega tanpa perlu memikirkan waktu.</p><p id="53f8">Yang terakhir, lewati beberapa paragraf atau bab yang tidak ingin kamu baca. Cukup fokus dengan bagian yang menurut kamu penting saja. Dengan melakukan semua ini, kamu akan, secara perlahan, menghilangkan <i>mindset </i>mengenai “Membaca Buku itu Membosankan!”.</p><p id="18c6">Yang pasti, untuk membentuk mindset ini juga kamu tidak bisa hanya melakukan sekali latihan saja. Kamu juga perlu latihan dan membaca buku berkali-kali, hingga akhirnya kamu sudah terbiasa.</p><p id="b3aa"><i>Happy reading!</i></p></article></body>

Menghapus Mindset “Buku itu Membosankan”

Percaya deh! Membaca buku itu gak ngebosenin. Asalkan kamu tau persiapan sebelum membaca bukunya.

Photo by Tonny Tran on Unsplash

The book has more to say than you understand and hence that it contains something that can increase your understanding. — Mortimer J. Adler

Saya akui bahwa BUKU ITU SANGAT MEMBOSANKAN! Apalagi kalau tidak ada gambarnya sama sekali. Malesin banget! Mindset itu sudah tertanam dalam diri saya sejak saya kecil.

Dibalik itu, saya memiliki keinginan untuk menjadi seorang pembaca yang aktif. Saya percaya bahwa ilmu pengetahuan kebanyakan datang dari buku. Namun, tentu saja, saya tidak bisa memaksa diri saya untuk melawan rasa bosan tersebut hanya untuk membaca sebuah buku. Itu rasanya sangat menyiksa!

Di tahun 2018, saya menemukan buku yang menarik perhatian saya, ‘How to Read a Book’ oleh Mortimer J. Adler. Saya memutuskan untuk membaca buku tersebut, apapun yang terjadi. Terasa seperti pasrah, dan dipaksa. Namun, saya tetap mencoba positif bahwa buku ini tidak akan menyiksa saya karena saya menyimpan harapan pada buku tersebut.

Setelah saya membaca bukunya, tanpa saya sadari, saya tidak merasa bosan sama sekali! Padahal buku tersebut tidak memiliki gambar, dan penuh dengan tulisan. Buku tersebut berbahasa Inggris. Saya kira buku tersebut akan membuat saya banyak berpikir, dan akan bolak-balik membuka kamus. Dugaan tersebut ternyata salah. Saya justru menikmati setiap halaman di buku tersebut. Buku ini berhasil mengubah mindset saya mengenai buku.

Jika kamu memiliki mindset “membaca buku itu membosankan”, kamu juga bisa merubahnya. Kebiasaan yang perlu kamu ubah bukanlah saat membaca bukunya, melainkan beberapa persiapan sebelum membaca bukunya.

RULE 1. YOU MUST KNOW WHAT KIND OF BOOK YOU ARE READING, AND YOU SHOULD KNOW THIS EARLY IN THE PROCESS AS POSSIBLE, PREFERABLY BEFORE YOU BEGIN TO READ — Mortimer J. Adler

Kenali Kemampuan Kamu

Photo by Thought Catalog on Unsplash

I don’t let myself start a book that I’m not gonna finish. — Bill Gates

Quote ini mengingatkan saya terhadap ketebalan sebuah buku. Coba kamu bandingkan ketebalan buku Inferno oleh Dan Brown dan buku Diary of a Whimpy Kid oleh Jeff Kinney. Buku mana yang menurut kamu terlihat lebih menyeramkan?

Anyway, jika kamu sudah berpikir bahwa kamu tidak akan sanggup untuk membaca buku yang (menurut kamu) tebal, maka jangan membaca buku tersebut. Kamu bisa memulai dengan buku yang tipis. Alternatif lain, kamu bisa membaca buku yang banyak gambarnya. Sebagai contoh, buku yang berisi sebuah cerita pendek, majalah, illustrated book, dan buku-buku lainnya. Setidaknya, kamu bisa menamatkan buku tersebut tanpa merasa bosan. Jadi, tidak sia-sia kamu membeli bukunya atau pergi ke perpustakaan hanya untuk membaca buku.

Ketahui Alasan Kamu: Kenapa Kamu Mau Membaca Buku?

Photo by Evan Dennis on Unsplash

Dengan mengetahui alasan ini, kamu akan semakin bertambah semangat untuk membaca buku. Jika kamu pergi ke perpustakaan atau ke toko buku, ada banyak rak buku sesuai dengan genre nya masing-masing. Selama saya perhatikan, self-improvement, bisnis, dan psikologi merupakan rak yang tidak pernah sepi oleh pengunjung. Kamu tidak perlu pergi ke setiap rak untuk mencari buku kamu. Cukup kenali alasan kamu, supaya kamu tidak pergi ke rak yang salah. Misalkan, jika tujuan kamu membaca buku untuk menambah wawasan dan ilmu, kamu bisa membaca buku yang ber-genre non-fiction. Jika kamu suka buku yang memiliki cerita untuk menghibur, kamu bisa menemukannya di genre fiction. Ada banyak sekali genre buku yang bisa kamu pilih. Kamu bisa jelajahi untuk menemukan buku yang pas buat kamu. Pastikan kamu memilih genre favorit kamu ya!

Kenali Kebutuhan Kamu

Photo by Enayet Raheem on Unsplash

Kamu bisa memulai membaca buku yang menurut kamu mudah untuk dimengerti. Ada dua hal penting yang harus kamu perhatikan dalam memilih buku.

Kenali Bahasanya

Saya menguasai dua bahasa: Indonesia dan English. Jadi, jika buku tersebut menggunakan bahasa selain kedua bahasa tersebut, saya menolak untuk membacanya. Bahasa yang digunakan dalam buku itu sangat penting. Jelas, kalau saya tidak bisa mengerti bahasanya, apa yang mau dibaca?

Dizaman sekarang, ada banyak buku internasional yang diterjemahkan kedalam bahasa lokal. Saya lebih baik membaca buku terjemahan, daripada membaca buku yang bahasanya tidak saya mengerti.

Kenali Materinya

Ada banyak cara untuk mengetahui isi didalam buku tersebut. Pertama, kamu bisa membaca judul buku dan membaca sinopsisnya yang ada dibelakang cover-nya. Kedua, kamu bisa membaca review terlebih dahulu di internet. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui opini para reviewer mengenai buku yang kamu inginkan. Ketiga, kamu bisa membaca daftar isi didalam bukunya. Daftar isi menjelaskan setiap konten yang ada didalam bukunya.

Persiapkan Alat Tulis Kamu

Photo by LumenSoft Technologies on Unsplash

Alat tulis digunakan untuk menandai isi didalam buku tersebut. Buku yang penuh dengan tulisan pasti akan membuat kamu jenuh jika kamu hanya membacanya saja. Selain kamu akan mencorat-coret buku tersebut, kamu juga akan menandai beberapa halaman atau kalimat yang menurut kamu penting untuk dicatat. Berikut beberapa alat tulis yang perlu dipersiapkan sebelum membaca buku.

Stabilo

Kamu butuh stabilo untuk meng-highlight atau menggaris bawahi beberapa kata atau kalimat yang menurut kamu sangat penting. Biasanya, kalimat yang ditandai itu berupa kalimat yang sangat penting untuk diingat, quote penyemangat, kata asing, kalimat petunjuk, atau kata dan kalimat lainnya yang tidak kamu mengerti. Setiap kata dan kalimat ini akan hilang setelah kamu menutup bukunya. Itulah pentingnya stabilo. Jadi, saat kamu ingin membuka kembali bukunya, kamu bisa menemukannya dengan mudah.

Pensil atau Pulpen

Setelah kamu menandainya, kamu bisa mencatat arti dari kata asing tersebut di margin. Jadi, kamu tidak perlu bolak-balik membuka buku kamus, atau mencarinya di Google Translate secara terus-menerus. Selain itu, margin juga berguna untuk menulis pertanyaan ataupun catatan mengenai bagian yang telah kamu baca. Jika kamu tidak ingin menuliskannya di buku, kamu bisa menuliskannya dan menempelkannya melalui sticky notes. Alternatif lain, kamu bisa menggunakan kertas atau notes dan menyelipkannya di halaman tersebut.

Sticky Notes Kecil

Sticky Notes kecil digunakan untuk menandai beberapa halaman. Jadi, setelah kamu menempelkannya, kamu tidak akan sesulitan mencari lagi halaman tersebut. Cukup membukanya melalui stickynotes.

Jika kamu tidak menandainya, kamu akan kesulitan untuk mencari kembali bagian yang ingin kamu baca.

Jadwalkan Waktu Hanya Untuk Membaca Buku

Photo by STIL on Unsplash

Seorang pembaca buku yang serius biasa menggunakan waktu mereka, setidaknya sejam, untuk membaca buku. Untuk mengerti isi sebuah buku, kamu perlu berpikir keras. Kamu bisa menjadwalkan satu hari hanya untuk membaca buku jika diperlukan. Dengan begitu, kamu bisa menamatkan bukunya lebih cepat. Buatlah tantangan pada dirimu sendiri. Membaca buku lebih dari 20 halaman per hari!

Hanya Membaca Materi Yang Penting Saja

Photo by Jasmin Ne on Unsplash

We dont have to know everything about something in order to understand it; too many facts are often as much of an obstacle to understanding as too few. — Mortimer J. Adler

Jika kamu berpikir bahwa sebuah buku harus dibaca dari awal sampai akhir, maka kamu salah besar. Yang perlu kamu lakukan, pertama, baca daftar isi, stabilo bagian yang ingin kamu baca, dan lalu baca bagian tersebut. Jika ada beberapa bab yang tidak ingin kamu baca, itu tidak masalah. Lewati saja!

Itu semua merupakan beberapa tips yang bisa saya berikan supaya kamu tidak merasa bosan saat membaca buku. Dimulai dari kenali kemampuan kamu, kebutuhan kamu, dan ketahui alasan kamu membaca buku. Hal ini berguna untuk mengarahkan dirimu mengenai tujuan yang ingin kamu capai setelah kamu membaca buku tersebut.

Lalu, pastikan kamu membawa alat tulis untuk menandai beberapa bagian yang menurut kamu penting. Sita waktu, jika diperlukan, supaya kamu bisa berpikir lebih lega tanpa perlu memikirkan waktu.

Yang terakhir, lewati beberapa paragraf atau bab yang tidak ingin kamu baca. Cukup fokus dengan bagian yang menurut kamu penting saja. Dengan melakukan semua ini, kamu akan, secara perlahan, menghilangkan mindset mengenai “Membaca Buku itu Membosankan!”.

Yang pasti, untuk membentuk mindset ini juga kamu tidak bisa hanya melakukan sekali latihan saja. Kamu juga perlu latihan dan membaca buku berkali-kali, hingga akhirnya kamu sudah terbiasa.

Happy reading!

Books
Life
Entertainment
Indonesia
Komunitas Blogger Medium
Recommended from ReadMedium